JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research
Vol 10, No 2 (2025)

Isolasi Fungi Tanah Muara Desa Katialada Gorontalo dan Skrining Aktivitas Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus

Nafa Rosyida Zanuba (Drug Utilisation Discovery Research Group, Fakultas Farmasi, Universitas Jember, Jember, Jawa Timur)
Muhammad Zainul Arifin (Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung, Bitung, Sulawesi Utara)
Saeful Akhmad Tauladani (Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung, Bitung, Sulawesi Utara Australian National Centre for Ocean Resources and Security (ANCORS), University of Wollongong, Wollongong, New South Wales, Australia)
Gani Asri Muharram (Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga, Bitung, Sulawesi Utara)
Asia Asia (Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone, Bone, Sulawesi Selatan)
Bawon Triatmoko (Drug Utilisation Discovery Research Group, Fakultas Farmasi, Universitas Jember, Jember, Jawa Timur)
Lestyo Wulandari (Drug Utilisation Discovery Research Group, Fakultas Farmasi, Universitas Jember, Jember, Jawa Timur)
Ari Satia Nugraha (Drug Utilisation Discovery Research Group, Fakultas Farmasi, Universitas Jember, Jember, Jawa Timur)



Article Info

Publish Date
24 Sep 2025

Abstract

Penyalahgunaan antibiotik sebagai agen terapi pada infeksi dapat memberikan ancaman resistensi antibiotik yang mengakibatkan efektifitas pengobatan menjadi kurang optimal. Untuk mengatasi persoalan tersebut, banyak penelitian dilakukan untuk mencari agen antibakteri baru dari bahan alam seperti fungi tanah sebagai pengujian antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri dari metabolit sekunder fungi tanah terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang ditunjukkan melalui nilai persen penghambatan. Penelitian ini menggunakan metode mikrodilusi untuk mngetahui besaran aktivitas antibakteri pada sampel fungi tanah. Fungi tanah didapatkan dari sampel tanah yang diambil dari desa Katialada, Gorontalo dengan kode lokasi BTG-6 dan dikultur pada media PDA dan diisolasi pada media PDA baru hingga didapatkan 11 isolat tunggal. Skrining awal aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode uji antagonis pada 11 isolat dengan hasil enam isolat diantaraya memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Keenam isolat tersebut akan dilakukan fermentasi dan ekstraksi menggunakan etil asetat untuk mendapatkan ekstrak yang akan digunakan pada pengujian antibakteri menggunakan metode mikrodilusi. Hasil pengujian menunjukkan keenam isolat memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji dan direpresentasikan melalui persen penghambatan pada masing-masing isolat sebesar IS2-BTG6- 1-1 sebesar 34,6 ± 2,4%; IS3-BTG6-1-3-2 sebesar 42,8 ± 3,1%; IS2-BTG6-3-3 sebesar 41,1 ± 4,4%; IS3-BTG6-1-2-1 sebesar 41,8 ± 2,9%; IS3-BTG6-1-2-2 sebesar 47,8 ± 2,6%; IS2-BTG6- 3-3 sebesar 59,2 ± 4,8%.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jpscr

Publisher

Subject

Environmental Science Public Health

Description

Journal of Pharmaceutical Science And Clinical Research (e-ISSN 2503-331x) offers a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pharmaceutical science and clinical research. Scientific articles dealing with natural ...