Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan hubungan antara tingkat aktivitas roleplay, tingkat kemampuan komunikasi, dengan tingkat interaksi sosial remaja. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Jaringan sosial oleh Fukuyama dan Teori Pertukaran Sosial oleh George Homans dan Peter Blau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori (explanatory research). Pengumpulan data menggunakan kuesioner secara online. Populasi dalam penelitian ini adalah para pemain roleplay yang mengikuti base @roleplayerfess di media sosial X sebanyak 1.562, dengan jumlah sampel sebanyak 94 orang secara random. Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan tabulasi data dan statsitik korelasi uji (uji korelasi product moment, korelasi parsial product moment, dan korelasi ganda) yang dibantu dengan program SPSS 25.0. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa tingkat aktivitas roleplay dengan tingkat interaksi sosial tidak melalui tingkat kemampuan komunikasi yang berarti hubungan tersebut murni. Hal ini disebabkan dalam interaksi sosial sudah terkandung kemampuan komunikasi. Interaksi sosial akan membentuk keterampilan sosial, salah satu unsur dari keterampilan sosial adalah kemampuan komunikasi.
Copyrights © 2024