Permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) memiliki peluang untuk terjadi karena masalah tersebut salah satu risiko dalam pekerjaan konstruksi. Pekerjaan yang mengandung risiko dominan adalah pekerjaan konstruksi pembangunan jembatan. Penelitian dilaksanakan pada proyek konstruksi jembatan beton yang berada di Indonesia. Pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan kuisioner dan wawancara. Metode yang menggunakan Standart Australia/New Zealand (AS/NZ) 4360:2004. Penentuan potensi risiko dominan menggunakan prinsip pareto. Variabel potensi risiko yang digunakan dalam penelitian sejumlah 31 variabel risiko. Untuk mengetahui respon risiko meliputi cara pencegahan dan penanganan diperoleh dari wawancara dengan pakar. Risiko dominan yang diperoleh adalah risiko pekerja tertimpa barang/material atau peralatan dari ketinggian, risiko pekerja terjatuh dari ketinggian, risiko girder terjatuh saat erection, risiko peralatan terjatuh dari ketinggian, risiko tiang pancang terguling, risiko pekerja terpotong alat saat sedang memotong besi dan risiko dinding tanah runtuh. Respon risiko dominan sesuai dengan rekomendasi dari pakar maupun aturan atau SOP (Standar Operasional Prosedur) yang sudah ada. Tindakan pencegahan risiko dominan yaitu dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) dilanjutkan dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku di setiap pekerjaan. Cara penanganan risiko dominan yaitu dengan pengobatan dan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan kerja yang selanjutnya terdapat SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku di setiap pekerjaan.
Copyrights © 2023