Pelat setrip merupakan material baja berbentuk potongan memanjang berpenampang persegi panjang, yang mana momen inersianya lebih besar daripada tulangan berpenampang lingkaran ketika besar luas penampangnya sama. Penelitian ini menggunakan pelat setrip sebagai alternatif pengganti baja tulangan ulir konvensional pada tulangan tarik longitudinal balok beton bertulang. Benda uji yang diamati berupa balok beton bertulang berdimensi 150 × 200 × 2400 mm dengan variasi tulangan tarik longitudinal pelat setrip 4 × 30 mm dengan sirip diagonal (PS.4.30.D) dan variasi baja ulir diameter 13 mm (BJTU.D13). Pengujian lentur balok dilakukan dengan metode third-point loading hingga balok mengalami kegagalan yang ditandai dengan lelehnya tulangan tarik longitudinal atau pecahnya beton pada regangan 0,003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter beban, regangan, dan lendutan pada benda uji BJTU.D13 nilainya lebih besar daripada PS.4.30.D. Pola retak pada kedua balok adalah retak lentur dan retak lentur geser yang merupakan perpanjangan dari retak lentur sebelumnya. Tipe keruntuhan pada kedua balok merupakan tipe keruntuhan lentur, di mana baja tulangan leleh sebelum beton pecah. Nilai indeks kapasitas lentur yang merupakan perbandingan dari momen lentur eksperimen dengan momen lentur teoritis pada PS.4.30.D nilainya lebih besar daripada BJTU.D13, sehingga dapat disimpulkan bahwa balok PS.4.30.D memiliki kinerja lentur yang lebih baik.
Copyrights © 2023