Perkembangan teknologi yang pesat dalam dunia konstruksi bangunan mengharuskan para peneliti untuk mengembangkan berbagai metodologi, termasuk beberapa inovasi, berupa studi eksperimental yang membandingkan fakta di lapangan dengan hasil analisis yang diperhitungkan. Pelat adalah suatu struktur tipis dengan permukaan horizontal dan beban tegak lurus terhadap permukaan struktur. Pelat beton didesain mampu menahan beban lentur akibat momen lentur yang ditimbulkan oleh beban tersebut. Oleh karena itu, dilakukan uji kuat lentur pada pelat beton untuk memahami kinerja pelat tersebut dalam menahan beban yang mengakibatkan adanya momen lentur pada pelat beton. Kuat lentur pelat adalah kemampuan pelat dalam menahan gaya yang arahnya bersilang tegak terhadap sumbu benda uji hingga terjadinya patah pada pelat tersebut. Umumnya ketebalan pelat lebih tipis dibandingkan dengan bentang, sehingga pelat menjadi sangat kaku dan terlalu banyak menyimpang. Oleh karena itu pelat ini menggunakan inovasi pelat beton bubuk reaktif tanpa tulangan pada pelat dengan harapan bisa sebagai inovasi ke depannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rasio bentang panjang dan pendek pelat terhadap kuat lentur, lendutan, dan kapasitas maksimum pelat dengan inovasi pelat beton inovasi bubuk reaktif menggunakan silica fume dan pasir kuarsa masing-masing 15% dan 30%. Penelitian ini juga menggunakan bahan tambah berupa steel fiber 17,5% dan superplasticizer 1,9% dari berat binder. Hasil pengujian diperoleh pelat dengan rasio bentang panjang dan pendek lebih kecil menghasilkan kapasitas beban maksimum lebih besar, lendutan yang lebih kecil, dan kekuatan lentur yang lebih kecil.
Copyrights © 2024