Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis responsivitas Komite Disabilitas Daerah (KDD) Kota Surakarta dalam upaya pemenuhan hak penyandang disabilitas Tuli. Meskipun pemerintah telah mengesahkan regulasi terkait penyandang disabilitas, kelompok Tuli masih menghadapi berbagai hambatan akses terhadap layanan publik akibat keterbatasan komunikasi dan kurangnya dukungan struktural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KDD Surakarta menunjukkan responsivitas yang cukup baik, ditandai oleh sikap terbuka terhadap keluhan, pemanfaatan aspirasi komunitas Tuli sebagai dasar evaluasi, serta keterlibatan komunitas dalam kegiatan dan forum kebijakan. Namun, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan anggaran, minimnya staf yang menguasai bahasa isyarat, dan rendahnya pemahaman lintas instansi terhadap kebutuhan disabilitas sensorik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun responsivitas KDD telah berjalan, perlu penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas komunikasi inklusif, serta pelibatan komunitas Tuli secara substantif dalam proses pengambilan keputusan agar prinsip inklusivitas dalam pelayanan publik benar-benar terwujud.
Copyrights © 2025