Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada populasi lansia, yang berkontribusi signifikan terhadap penurunan kualitas hidup. Inovasi dalam pengelolaan kesehatan lansia melalui pendekatan kolaboratif antar profesi kesehatan adalah langkah baru yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan dan edukasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi kolaboratif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan PPOK di Dusun Klipan.Metode: Kegiatan ini dilakukan di Dusun Klipan, Desa Tohudan, dengan melibatkan dokter, bidan, dan apoteker. Metode yang digunakan meliputi penilaian kesehatan keluarga, edukasi melalui leaflet, dan penerapan Interprofessional Education (IPE)Hasil dan pembahasan: Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa edukasi kolaboratif yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan PPOK. Kolaborasi antar profesi kesehatan ini terbukti efektif dalam memberikan edukasi yang lebih komprehensif, sehingga meningkatkan kualitas hidup lansia.Kesimpulan: Edukasi kolaboratif antar profesi kesehatan efektif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan PPOK. Pendekatan ini dapat menjadi model yang berharga dalam upaya pengelolaan penyakit kronis pada populasi lansia.
Copyrights © 2024