Tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menyatakan secara langsung bahwa lulusan SMK saat ini masih belum kompeten. Ketidakkompetenan ini merujuk pada kurikulum yang masih kurang berhasil dalam menghasilkan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Era disrupsi tenaga kerja juga menjadi tantangan bagi SMK di samping masalah-masalah lainnya dan berkaitan erat dengan Revolusi Industri 4.0. Menghadapi tantangan ini SMK harus menyusun kurikulum yang tepat di era disrupsi tenaga kerja dunia usaha dan dunia industri. Kurikulum yang tepat sesuai dengan kebutuhan saat ini akan membantu lulusan SMK diterima bekerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri.
Copyrights © 2025