Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial, termasuk dalam praktik dakwah Islam. Generasi Z sebagai generasi digital memiliki karakteristik yang menuntut pendekatan dakwah yang lebih interaktif, kontekstual, dan partisipatif. Namun, realitas menunjukkan bahwa banyak kegiatan dakwah masih bersifat konvensional dan kurang mampu menarik keterlibatan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi manajemen dakwah berbasis komunitas melalui pendekatan psikologi dakwah dalam meningkatkan partisipasi Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada komunitas dakwah yang melibatkan Generasi Z. Subjek penelitian meliputi pengelola komunitas, da’i, dan anggota Generasi Z. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen dakwah berbasis komunitas yang fleksibel, partisipatif, dan adaptif mampu meningkatkan keterlibatan Generasi Z secara signifikan. Pendekatan psikologi dakwah yang empatik, dialogis, dan memberikan ruang aktualisasi diri terbukti efektif dalam membangun keterlibatan emosional serta memenuhi kebutuhan psikologis anggota. Selain itu, integrasi antara manajemen dakwah, pendekatan psikologis, dan pemanfaatan teknologi digital menciptakan pengalaman dakwah yang lebih relevan, menarik, dan berkelanjutan. Dengan demikian, optimalisasi manajemen dakwah berbasis komunitas melalui pendekatan psikologi dakwah merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan partisipasi Generasi Z serta menjaga keberlanjutan dakwah di era digital.
Copyrights © 2026