Perempuan dalam komunitas pesisir menghadapi ketimpangan akses kesehatan yang kompleks akibat interaksi berbagai faktor sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerentanan kesehatan perempuan pesisir melalui perspektif sosiologi kesehatan dengan pendekatan interseksionalitas dan determinan sosial kesehatan. Metode penelitian menggunakan kajian literatur sistematis terhadap 30 publikasi ilmiah dari database Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar periode 2015-2026 dengan kata kunci health inequality, coastal communities, gender health, dan social determinants of health. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan akses kesehatan perempuan pesisir dibentuk oleh tiga faktor utama: (1) keterbatasan infrastruktur kesehatan dan jarak geografis yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan (hambatan struktural); (2) kondisi sosial ekonomi tidak stabil yang bergantung pada sektor perikanan dengan pendapatan musiman (hambatan ekonomi); dan (3) relasi gender dalam keluarga yang membatasi pengambilan keputusan kesehatan serta beban kerja ganda domestik-produktif (hambatan sosial-budaya). Pendekatan interseksionalitas mengungkapkan bahwa perempuan pesisir mengalami kerentanan berlapis karena persimpangan faktor gender, kelas ekonomi, dan lokasi geografis marginal. Studi ini menegaskan perlunya kebijakan kesehatan yang komprehensif, sensitif gender, dan berbasis komunitas untuk mengatasi ketimpangan kesehatan di wilayah pesisir Indonesia.
Copyrights © 2026