Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 48,9% berdasarkan Riskesdas 2018. Defisiensi zat besi dan protein menjadi penyebab utama kondisi ini. Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui daya terima dan kandungan zat gizi protein dan zat besi dari sncak bar berbasis tepung kacang hijau dan kacang tanah dengan penambahan kurma, wijen hitam, serta madu sebagai selingan alternatif bagi ibu hamil anemia. Motode yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan rancangan posttest design, mengujikan tiga formulasi F1 (tepung kacang hijau 75%:kacang tanah 25%), F2 (50%:50%), dan F3 (75%:25%), dengan kurma, wijen hitam, serta madu dalam jumlah tetap sebagai variabel kontrol. Uji hedonik dilakukan di Puskesmas Moncongloe pada 22 April 2026 melibatkan 20 panelis tidak terlatih yang seluruhnya merupakan ibu hamil anemia. Penilaian meliputi warna, aroma, rasa, dan tesktur menggunakan skala 1-5. Analisis Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan pada parameter warna (p=0,022) dan tekstur (p=0,005), namun tidak signifikan pada aroma (p=0,894) dan rasa (p=0,432). Formula F3 memperoleh nilai tertinggi pada seluruh parameter dan ditetapkan sebagai formula terpilih. Kandungan gizi per sajian F3 melipuyi energi 44,4 kkal, protein 1,4 g, lemak 2,0 g, karbohidrat 6,0 g, dan zat besi 0,44 mg. Dalam satu siklus produksi 25 pcs, total zat besi mencapai 11,2 mg atau 41% dari AKG zat besi harian ibu hamil (27mg). Snack bar formula F3 layak dijadikan selingan alternatif berbasis pangan lokal untuk mendukung pemenuhan zat gizi ibu hamil anemia.
Copyrights © 2026