Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Good Corporate Governance (GCG) dalam menghadapi kondisi abnormal berupa lonjakan arus mudik Lebaran 2026 pada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan data primer perusahaan, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip GCG, yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran telah diterapkan, namun belum optimal dalam kondisi lonjakan operasional. Kendala utama terletak pada keterbatasan informasi real-time, lambatnya pengambilan keputusan, serta ketidakseimbangan layanan. Meskipun demikian, penerapan GCG terbukti berperan penting dalam menjaga stabilitas operasional, meningkatkan respons terhadap risiko, serta mempertahankan kepercayaan publik. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya literatur mengenai penerapan GCG dalam kondisi abnormal serta menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan dan regulator dalam meningkatkan kesiapan menghadapi krisis operasional.
Copyrights © 2026