Mempertahankan karyawan terampil menjadi semakin menantang di industri bertekanan tinggi yang sangat bergantung pada keahlian khusus dan keberlanjutan tenaga kerja. Studi retensi yang ada sebagian besar menekankan pengaruh organisasi secara langsung sambil menawarkan penjelasan terbatas mengenai bagaimana keterikatan karyawan jangka panjang berkembang. Studi ini meneliti hubungan antara employer branding, keterlibatan karyawan, keseimbangan kerja-hidup, dan retensi karyawan di industri minyak dan gas Indonesia. Keterlibatan karyawan diposisikan sebagai mekanisme psikologis yang menghubungkan employer branding dengan retensi, sementara keseimbangan kerja-hidup berfungsi sebagai kondisi batas kontekstual. Data dikumpulkan dari 208 karyawan dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling. Temuan menunjukkan bahwa employer branding secara signifikan memengaruhi keterlibatan karyawan dan retensi karyawan, sementara keterlibatan karyawan sebagian memediasi hubungan antara employer branding dan retensi. Keseimbangan kerja-hidup memperkuat hubungan antara keterlibatan karyawan dan retensi tetapi tidak secara signifikan memoderasi hubungan antara employer branding dan keterlibatan. Temuan menunjukkan bahwa retensi karyawan berkembang melalui proses organisasi, psikologis, dan kontekstual yang saling terkait daripada hanya melalui pengaruh organisasi secara langsung.
Copyrights © 2023