Penyesuaian lingkungan pendidikan dasar dengan dunia digital merupakan keharusan mutlak di abad ke-21 demi meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa. Namun, adopsi teknologi di sekolah dasar masih membentur hambatan serius, mulai dari kesenjangan kompetensi digital guru, keterbatasan anggaran dan infrastruktur, hingga adanya resistensi budaya dari guru senior. Di sinilah kepemimpinan digital kepala sekolah memegang peran krusial sebagai faktor penentu transformasi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola inovasi pembelajaran digital, serta mengidentifikasi hambatan dan solusi yang dihadapi di lapangan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (Library Research) dengan mengumpulkan, membaca, dan menganalisis data dari buku, jurnal, serta artikel ilmiah dari penelitian terdahulu yang relevan dengan objek penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan digital kepala sekolah dasar dieksekusi secara efektif melalui tiga ranah utama: (1) strategi manajerial-fasilitatif melalui penyusunan roadmap digitalisasi terintegrasi RKAS, workshop media interaktif berkala (e-module/flipbook), dan program peer-tutoring lintas generasi guru; (2) manajemen perubahan lewat pembentukan digital culture yang humanis-konsisten melalui digitalisasi administrasi (shared Google Drive) dan optimalisasi Platform Merdeka Mengajar (PMM); serta (3) pemenuhan perspektif pedagogis operasional konkret anak SD melalui inovasi digital aktif berbasis case method. Kombinasi strategi ini terbukti meluluhkan resistensi guru, menggeser pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan esensial, serta mengakselerasi berpikir kritis (HOTS) dan keterlibatan aktif siswa di ruang kelas.
Copyrights © 2026