Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan keberlangsungan operasional di tengah keterbatasan sumber daya finansial. Ketergantungan pada sumbangan tidak terstruktur dan biaya pendidikan yang rendah menjadikan banyak pesantren rentan terhadap instabilitas keuangan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana peran jaringan alumni dan keterlibatan komunitas lokal maupun diaspora dapat memperkuat sistem fundraising pesantren secara berkelanjutan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada tiga pesantren di Provinsi Jawa Timur dan Lampung yang telah berhasil mengembangkan model penggalangan dana berbasis alumni. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alumni yang terorganisasi dengan baik mampu menjadi motor penggerak utama dalam diversifikasi sumber pendanaan pesantren, tidak hanya melalui donasi langsung tetapi juga melalui advokasi, pemberdayaan usaha produktif, dan pembangunan jaringan sosial yang luas. Komunitas, baik lokal maupun diaspora, memberikan kontribusi signifikan melalui wakaf produktif, zakat kelembagaan, dan program kemitraan strategis. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan kapasitas manajerial pesantren dalam mengelola hubungan dengan alumni dan komunitas merupakan kunci keberhasilan fundraising jangka panjang. Penelitian ini berkontribusi pada
Copyrights © 2026