Keberlanjutan koperasi menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi kerakyatan karena masih banyak koperasi yang menghadapi permasalahan tata kelola, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta keterbatasan dalam beradaptasi terhadap perubahan lingkungan usaha. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap keberlanjutan koperasi adalah kompetensi pengurus. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi pengurus yang meliputi pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kecerdasan emosional terhadap keberlanjutan Koperasi Merah Putih di Kota Sukabumi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory research. Populasi penelitian berjumlah 165 pengurus Koperasi Merah Putih yang tersebar di 33 kelurahan di Kota Sukabumi. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan Koperasi Merah Putih baik secara parsial maupun simultan. Pengalaman merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan dibandingkan dengan variabel lainnya. Secara bersama-sama, keempat variabel kompetensi pengurus mampu menjelaskan keberlanjutan koperasi sebesar 63,6 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa kompetensi pengurus memiliki peran penting dalam menciptakan tata kelola koperasi yang profesional, meningkatkan partisipasi anggota, memperkuat kemampuan adaptasi organisasi, dan menjaga keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, penguatan kompetensi pengurus melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung keberlanjutan Koperasi Merah Putih.
Copyrights © 2026