Regulasi emosi remaja merupakan cara individu untuk mengevaluasi masalah yang sedang di hadapi, dan mengekspresikan emosi yang membuat individu menempatkan emosinya. Usia remaja merupakan usia dimana terjadi perubahan dalam fisik,psikologis, maupun emosional, remaja seringkali belum dapat mengontrol emosinya, oleh karena itu diperlukan adanya intervensi untuk membantu remaja mengatasi masalah tersebut. Salah satunya adalah biblioterapi, biblioterapi merupakan salah satu terapi dalam bidang bimbingan dan konseling yang dimana memanfaatkan bahan bacaan sebagai metode untuk membantu individu dalam mengatasi masalahnya, seperti psikologis, sosial maupun emosional. Di era perkembangan teknologi yang pesat ini, penerapan terapi biblioterapi ini sangat relevan digunakan, mengingat perkembangan teknologi digital yang pesat ini dapat memberikan efek negatif maupun positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh regulasi emosi remaja terhadap teknik biblioetrapi di SMK Negeri 03 Kudus. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif.. Sampel penelitian ini berjumlah 52 responden yang dipilih melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kemudian diuji menggunakan uji normalitas dengan Shapiro-Wilk. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas reponden berjenis kelamin laki-laki dengan rata-rata usia 18 tahun. Hasil uji normalitas menunjukkan data besar dari 0,5 (p>0,05) yang berarti data berdistribusi normal.
Copyrights © 2026