Ketimpangan akses pendidikan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) masih menjadi tantangan dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, rendahnya akses teknologi, serta belum meratanya distribusi tenaga pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi perencanaan pendidikan nasional dalam mengatasi ketimpangan pendidikan di daerah 3T serta mengkaji optimalisasi perencanaan pendidikan berbasis digital sebagai solusi strategis. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pendidikan nasional memiliki fungsi strategis dalam menentukan arah kebijakan, pemerataan sumber daya pendidikan, dan peningkatan mutu pendidikan. Namun, dalam pelaksanaannya juga masih menghadapi beberapa kendala berupa pendekatan yang sentralistik, penggunaan data yang belum optimal, serta kurangnya penyesuaian kebijakan dengan kebutuhan daerah. Oleh karena itu, digitalisasi perencanaan pendidikan melalui pemanfaatan sistem informasi pendidikan, data-driven policy, dan evidence-based planning dinilai mampu meningkatkan efektivitas kebijakan pendidikan secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026