Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan karir terhadap retensi pegawai dengan manajemen sumber daya manusia sebagai variabel mediasi pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara. Retensi pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi karena berkaitan dengan kemampuan organisasi dalam mempertahankan pegawai yang kompeten dan berkinerja tinggi. Pengembangan karir yang terencana dan didukung oleh praktik manajemen sumber daya manusia yang efektif diyakini mampu meningkatkan loyalitas dan komitmen pegawai terhadap organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan mengumpulkan data dari 45 pegawai menggunakan kuesioner. Uji hipotesis menggunakan uji t (secara parsial) uji analisis jalur, dan uji Sobel untuk mediasi. Berdasarkan hasil penelitian Uji Koefisien Determinasi dan Uji Hipotesis menunjukkan bahwa: 1) Pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi pegawai, t hitung 16,812 dan nilai r square 86,8%. 2) pengembangan karir melalui manajemen sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi pegawai, pengaruh tidak langsung sebesar 0,931, z hitung 0,7140 dan nilai r square 81,0% dan 87,0%. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi manajemen sumber daya manusia yang efektif serta pengembangan karir yang terstruktur dalam meningkatkan retensi pegawai. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan karir merupakan faktor strategis yang mampu meningkatkan retensi pegawai, baik secara langsung maupun melalui manajemen sumber daya manusia sebagai variabel mediasi. Oleh karena itu, organisasi perlu mengoptimalkan program pengembangan karir dan memperkuat praktik manajemen sumber daya manusia guna meningkatkan loyalitas, komitmen, dan keberlangsungan kinerja pegawai.
Copyrights © 2026