Latar Belakang: Skor Albumin–Bilirubin (ALBI) dan N-Terminal pro b-type natriuretic peptide (NT-proBNP) merupakan parameter penting untuk mendeteksi disfungsi ventrikel kiri asimtomatik dan memprediksi prognosis pada gagal jantung. Sirosis hepatis Child-Pugh C menunjukkan kerusakan hati berat dengan risiko tinggi komplikasi kardiovaskular, termasuk disfungsi diastolik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh skor ALBI terhadap kadar NT-proBNP dan derajat disfungsi diastolik pada pasien sirosis hepatis Child-Pugh C. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 54 pasien sirosis hepatis Child-Pugh C yang menjalani rawat jalan dan rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dan dibagi menjadi kelompok kontrol (ALBI Grade I–II, n=27) dan kelompok intervensi (ALBI Grade III, n=27). Kadar NT-proBNP diukur menggunakan metode enzyme immunoassay, sedangkan fungsi diastolik dinilai melalui parameter ekokardiografi meliputi rasio E/A, E/e′, deceleration time (DT), kecepatan tricuspid regurgitation (TR), dan left atrial volume index (LAVI). Hasil: Rerata kadar NT-proBNP pada kelompok intervensi lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol (1926 ± 468 pg/mL vs. 1184 ± 351 pg/mL; p=0,032). Namun, tidak terdapat perbedaan bermakna pada derajat disfungsi diastolik antara kedua kelompok (p=0,234). Disfungsi diastolik derajat II ditemukan pada 48,1% pasien dengan ALBI Grade III dan 37,0% pada ALBI Grade I–II. Kesimpulan: Skor ALBI berpengaruh signifikan terhadap kadar NT-proBNP, tetapi tidak terhadap derajat disfungsi diastolik. Penilaian kombinasi skor ALBI dan NT-proBNP dapat membantu deteksi dini disfungsi jantung pada sirosis hepatis lanjut.
Copyrights © 2026