Latar belakang: Tingginya angka kematian ibu di Indonesia berkaitan dengan anemia postpartum. Penelitian ini berfokus pada tingginya prevalensi anemia postpartum (.35%) di Puskesmas Kerek, Tuban. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor prediktor (riwayat Perdarahan Pascapersalinan/PPH dan interval kehamilan/PI) terhadap kejadian anemia, serta pengaruh praktik laktasi (Early Initiation of Breastfeeding/EIBF and history of lactation onset) terhadap proses laktasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional pad September-Desember 2025. Analisis data dilakukan dengan JASP (0.18). Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas di wilayah kerja puskesmas, dnegan sampel 200 responden menggunakan Teknik total sampling. Variable independent meliputi Riwayat PPH, PI, Riwayat IMD, dan keterlambatan onset laktasi. Variable dependen adalah kejadian anemia dan produksi ASI. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara Riwayat PPH dan kejadian anemia (p-0,001), dengan risiko anemia meningkat 5,006 kali (OR=5,006). Jarak kehamilan ideal (≥2 tahun) menjadi faktor protektif dominan terhadap anemia (OR=0,297; p=0,001). Pada aspek laktasi, riwayat IMD berhubungan signifikan (OR=5,631; p=0,001). Sebaliknya, riwayat keterlambatan onset laktasi juga berhubungan signifikan dengan kegagalan laktasi (OR=0,165; p=0,001). Kesimpulan: Riwayat persalinan berpengaruh signifikan terhadap kejadian anemia dan keberhasilan laktasi. Secara praktis, tenaga kesehatan perlu memprioritaskan skrining dini ibu berisiko tinggi selama antenatal care serta memperkuat program dukungan laktasi.
Copyrights © 2026