Latar Belakang: Kontaminasi mikroba udara (bioaerosol) di ruang perawatan gigi merupakan faktor risiko penularan infeksi terkait pelayanan kesehatan, terutama pada prosedur yang menghasilkan aerosol. Studi mengenai integrasi ventilasi dan desinfeksi untuk mengendalikan bakteri udara masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas sistem ventilasi mekanik (exhaust fan) yang terintegrasi dengan desinfeksi kalsium hipoklorit dalam menurunkan koloni bakteri udara. Metode: Penelitian eksperimen semu dengan desain pretest–posttest dilakukan pada empat kondisi, yaitu P1 (sebelum ventilasi), P2 (setelah ventilasi), P3 (outlet tanpa desinfeksi), dan P4 (outlet dengan kalsium hipoklorit). Pengambilan sampel udara menggunakan metode settle plate dengan lima cawan Nutrient Agar selama 15 menit pada ketinggian satu meter. Exhaust fan dioperasikan selama satu jam sebelum pengambilan sampel. Setiap kondisi diulang 15 kali. Koloni bakteri dihitung dan dikonversi menjadi CFU/m³ menggunakan rumus Omeliansky. Hasil: Konsentrasi awal bakteri sebesar 211,04 CFU/m³. Ventilasi menurunkan koloni bakteri secara signifikan menjadi 100,63 CFU/m³ (p = 0,015). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara udara ruangan dan outlet (p = 0,297). Penambahan kalsium hipoklorit menurunkan koloni bakteri secara signifikan menjadi 16,07 CFU/m³ (p < 0,001). Kesimpulan: Ventilasi mekanik efektif menurunkan bakteri udara, dan integrasi dengan desinfeksi kalsium hipoklorit mampu meminimalkan kontaminasi mikroba sebelum udara dilepaskan ke lingkungan.
Copyrights © 2026