Latar Belakang: Tuberkulosis resisten obat masih menjadi tantangan klinis dan kesehatan masyarakat. Rasio neutrofil-limfosit atau neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) menggambarkan inflamasi sistemik, sedangkan kategori cycle threshold (Ct) Xpert Mycobacterium tuberculosis/rifampicin (MTB/RIF) Ultra menggambarkan beban basil molekuler secara semikuantitatif. Bukti mengenai hubungan kedua parameter tersebut pada tuberkulosis resisten obat masih terbatas. Tujuan: Menganalisis korelasi antara NLR darah dan kategori Ct tes molekuler pada pasien tuberkulosis resisten obat. Metode: Penelitian observasi analitik dengan desain cross sectional dilakukan di RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung pada Januari-November 2024. Sampel terdiri atas 29 pasien dewasa tuberkulosis resisten obat dengan data hematologi dan Xpert MTB/RIF Ultra lengkap yang dipilih secara purposive sampling. NLR dihitung dari hitung jenis leukosit. Ct dikelompokkan menjadi kategori high, medium, dan low. Data dianalisis secara deskriptif, dilanjutkan uji korelasi Spearman dan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Dari total 29 pasien, 19 pasien (66%) berjenis kelamin laki-laki dan 22 pasien (76%) dari seluruh sampel memiliki NLR meningkat. Kategori Ct terdiri atas high pada 15 pasien, medium pada 3 pasien, dan low pada 11 pasien. Rata-rata NLR pada kelompok Ct high adalah 6,76, medium 3,50, dan low 5,49. Uji Spearman menunjukkan korelasi positif sangat lemah dan tidak bermakna antara NLR dan kategori Ct (r=0,101; p=0,300). Uji Kruskal-Wallis juga tidak menunjukkan perbedaan NLR yang bermakna antar-kategori Ct (H=1,667; p=0,435). Kesimpulan: NLR tidak berkorelasi bermakna dengan kategori Ct dan tidak berbeda bermakna antar-kelompok Ct. NLR lebih tepat digunakan sebagai penanda inflamasi tambahan, bukan sebagai pengganti pemeriksaan bakteriologis molekuler pada tuberkulosis resisten obat.
Copyrights © 2026