Latar Belakang: HIV tetap menjadi masalah kesehatan global. Gangguan tidur, depresi dan kelelahan merupakan masalah yang paling umum yang dirasakan orang dengan HIV. Meskipun masalah itu sering terjadi bersamaan, penelitian komprehensif mengenai depresi dan gangguan maupun fatigue dengan gangguan tidur masih terbatas. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara depresi dan kelelahan dengan gangguan tidur pada orang dengan HIV. Metode: Tinjauan literatur sistematis dilakukan pada empat basis data, yaitu, PubMed, Scopus, ScienceDirect dan Sage, yang mencakup publikasi dari Januari 2016 hingga April 2026, dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Tiga belas studi yang memenuhi syarat. Kualitas metodologis dievaluasi menggunakan alat penilaian kritis JBI. Hasil: Sebanyak 13 studi dimasukkan dalam systematic review ini. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa depresi berhubungan secara signifikan dengan gangguan tidur pada orang yang hidup dengan HIV (ODHIV), termasuk kualitas tidur yang lebih buruk, durasi tidur yang lebih pendek, dan efisiensi tidur yang lebih rendah. Fatigue juga berhubungan dengan gangguan tidur, terutama insomnia dan kantuk di siang hari. Kesimpulan: Depresi dan fatigue merupakan faktor penting yang berhubungan dengan gangguan tidur pada orang yang hidup dengan HIV (ODHIV). Temuan ini menekankan perlunya asesmen dan penatalaksanaan yang komprehensif terhadap masalah tidur dan psikologis dalam perawatan HIV.
Copyrights © 2026