Sektor pertanian menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan sumber daya air, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses budidaya tanaman. Permasalahan tersebut juga dialami oleh kelompok petani tomat di Desa Kopelma Darussalam, Banda Aceh, dimana proses penyiraman, pemupukan, dan pemantauan tanaman masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem pertanian cerdas berbasis Internet of Things (IoT) dan sistem deteksi kematangan buah tomat berbasis Artificial Intelligence (AI). Sistem yang dikembangkan terdiri atas sensor suhu udara, kelembapan udara, kelembapan tanah, kamera berbasis YOLOv8, pompa otomatis, serta web-dashboard monitoring berbasis cloud. Sistem mampu melakukan monitoring kondisi tanaman secara real-time, mengotomatisasi proses penyiraman air, pupuk, dan pestisida, serta mendeteksi tingkat kematangan buah tomat secara otomatis menggunakan metode computer vision. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air sebesar 30–40%, meningkatkan efisiensi waktu operasional pertanian sebesar 80–90%, serta memperoleh tingkat kepuasan pengguna sebesar 4,7 dari 5. Selain itu, petani juga mampu mengoperasikan sistem secara mandiri setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan. Dengan demikian, penerapan sistem pertanian cerdas ini dapat membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan pertanian sekaligus mendorong literasi digital petani dalam pemanfaatan teknologi pertanian modern.
Copyrights © 2026