Implementasi pendidikan inklusif di Banda Aceh masih menghadapi tantangan dalam penanganan siswa disleksia yang mengalami kesulitan membaca dan fokus belajar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan papan pintar PeuHaba, sebuah teknologi bantu berbasis perangkat keras dengan pendekatan multisensori Visual, Auditory, Kinesthetic, Tactile (VAKT) untuk mempermudah pembelajaran bahasa Aceh. Perangkat ini mengintegrasikan stimulasi multi-indra melalui layar LCD, audio otomatis, tombol interaktif, dan modul latihan menulis langsung. Metode pelaksanaan melibatkan uji coba kelas, pelatihan guru pendamping, dan evaluasi berkala yang bertempat di SLB Negeri Banda Aceh. Hasil implementasi selama enam bulan menunjukkan peningkatan signifikan pada partisipasi aktif siswa serta kemudahan dalam memahami materi visual. Selain itu, kompetensi guru pendamping dalam mengoperasikan alat secara mandiri meningkat dengan waktu adaptasi kurang dari tujuh menit, serta mengubah metode mengajar dari konvensional menjadi visual interaktif. Kesimpulannya, papan pintar PeuHaba terbukti efektif sebagai solusi edukatif inklusif yang mempercepat literasi sekaligus mendukung pelestarian budaya daerah.
Copyrights © 2026