Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pesisir, menyediakan habitat bagi berbagai biota, serta berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan karbon yang tinggi. Upaya rehabilitasi dan pengelolaan mangrove Pulau Baai, Kota Bengkulu telah mendorong berkembangnya ekowisata berbasis konservasi yang melibatkan masyarakat dan Komunitas Mangrove Bengkulu. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keberlanjutan ekowisata mangrove Pulau Baai pada lima dimensi keberlanjutan: ekologi, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan infrastruktur, serta hukum dan kelembagaan. Metode yang digunakan adalah Multidimensional Scaling (MDS) melalui pendekatan Rapecotourism. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara multidimensi ekowisata berada pada kategori kurang berkelanjutan dengan nilai indeks 44,53%. Empat dimensi berada pada kategori kurang berkelanjutan, yaitu ekologi (43,04), sosial budaya (48,79), teknologi dan infrastruktur (49,05), serta hukum dan kelembagaan (30,72). Hanya dimensi ekonomi (51,07) yang tergolong cukup berkelanjutan.
Copyrights © 2026