Lumpur alum, produk sampingan dari koagulasi berbasis aluminium sulfat dalam pengolahan air, menunjukkan potensi yang menjanjikan sebagai adsorben berbiaya rendah untuk pengolahan air limbah. Studi ini mengevaluasi kinerjanya dalam menyisihkan zat warna metilen biru (MB) dan mengeksplorasi potensi regenerasi adsorben bekas pakai melalui proses oksidasi Fenton. Eksperimen adsorpsi batch dilakukan dengan konsentrasi MB 100–1000 mg/L, dosis 5 g/L, dan pH 7. Adsorben baru mencapai hingga 92% penghilangan MB pada 100 mg/L; namun, efisiensi turun menjadi 28% pada siklus kedua karena saturasi situs aktif dan penyumbatan pori. Regenerasi oksidasi Fenton mengembalikan kapasitas adsorpsi menjadi 74% melalui degradasi adsorbat, pembukaan kembali pori, dan modifikasi permukaan. SEM-EDX, FTIR, dan karakterisasi pori mengkonfirmasi perubahan morfologi dan komposisi, serta pemulihan sebagian luas permukaan, yang selanjutnya didukung oleh analisis kolorimetri dan pengukuran kandungan karbon. Temuan ini menunjukan lumpur alum sebagai adsorben berkelanjutan, dengan oksidasi Fenton yang menyediakan strategi regenerasi yang efektif dan selaras dengan prinsip-prinsip ekonomi sirkular.
Copyrights © 2026