Krisis kesehatan global yang disebabkan oleh virus corona tidak hanya berdampak pada sektor medis, tetapi juga menggetarkan fondasi ekonomi dunia, termasuk bursa efek di Indonesia. Studi ini menyelidiki respons pasar saham Indonesia, dengan fokus pada indeks IDX30, terhadap berbagai kejadian yang berkaitan dengan pandemi COVID-19 selama periode 2020-2022. Metodologi penelitian ini memanfaatkan data harian yang mencakup nilai saham, jumlah transaksi, dan imbal hasil tak normal sepanjang kurun waktu yang diteliti. Objek penelitian diseleksi dari entitas bisnis yang tercatat dalam indeks IDX30 menggunakan teknik sampling purposif. Temuan riset mengungkapkan bahwa mayoritas peristiwa terkait COVID-19 tidak memicu reaksi imbal hasil tak normal yang berarti pada hari pengumuman, menunjukkan bahwa pelaku pasar telah mengantisipasi atau memperhitungkan informasi tersebut sebelumnya. Meskipun demikian, beberapa kejadian seperti penutupan akses masuk dari 10 negara dan pelarangan mudik saat Idul Fitri menimbulkan efek negatif yang signifikan terhadap harga saham secara langsung. Sebaliknya, pengumuman tentang vaksin booster oleh pemerintah mendapat sambutan positif yang nyata dari pasar, mencerminkan optimisme akan kebangkitan ekonomi. Dari aspek volume perdagangan, terlihat peningkatan substansial pada setiap pengumuman kejadian terkait COVID-19. Hal ini menggambarkan tanggapan positif pasar terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi, yang dipandang sebagai indikasi harapan akan pemulihan ekonomi dan kepercayaan investor. Hasil penelitian ini menyoroti kepekaan pasar modal Indonesia terhadap informasi baru yang mempengaruhi kondisi sosio-ekonomi negara. Studi ini memberikan wawasan berharga mengenai dinamika bursa saham Indonesia dalam menghadapi krisis kesehatan global, serta implikasinya bagi pembuat kebijakan dan para investor
Copyrights © 2024