Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ISAK 35 pada Masjid Al Mubarok masih bersifat parsial dengan pencatatan sederhana berbasis kas, tanpa pemisahan jenis dana dan penyajian laporan keuangan yang komprehensif. Lima factor utama yang mempengaruhi kualitas penyajian laporan keuangan adalah keterbatasan kompetensi SDM, infrastruktur teknologi yang masih manual, rendahnya kesadaran regulasi, budaya organisasi yang memandang cukup pencatatan sederhana, dan minimnya dukungan pemangku kepentingan. Strategi pengembangan yang dirumuskan meliputi peningkatan kapasitas SDM, pengembangan system informasi akuntansi berbasis digital, standarisasi prosedur, pendampingan berkelanjutan, dan edukasi jamaah. Kesimpulannya, diperlukan pendekatan komprehensif untuk mentransformasi pengelolaan keuangan masjid menuju penerapan akuntansi syariah yang sesuai dengan ISAK 35, serta peningkatan kesadaran seluruh pemangku kepentingan tentang pentingnya standarisasi akuntansi syariah pada lembaga keagamaan.
Copyrights © 2025