Perang dagang antara Amerika Serikat dan China telah menyebabkan ketidakseimbangan dalam arus perdagangan global, yang turut memengaruhi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh defisit neraca perdagangan antara AS dengan China, neraca pembayaran, nilai tukar, inflasi, dan suku bunga terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2018–2024 secara bulanan, menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa defisit perdagangan AS-China berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek maupun panjang, menunjukkan bahwa Indonesia mampu memanfaatkan peluang dari perubahan arah perdagangan global. Sementara itu, inflasi dan nilai tukar memberikan pengaruh negatif yang signifikan, sedangkan neraca pembayaran dan suku bunga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan pada kedua jangka waktu tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya kesiapan struktur ekonomi serta kebijakan yang adaptif bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika perdagangan internasional
Copyrights © 2025