Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kontribusi komitmen kepemimpinan, skeptisisme profesional, kompetensi auditor, dan whistleblowing system terhadap peningkatan efektivitas deteksi kecurangan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan purposive sampling, dengan auditor yang telah bekerja di Kantor Pusat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan selama lebih dari satu tahun sebagai kriteria. Didapatkan sebanyak 91 responden. Analisis data penelitian ini menggunakan alat SmartPLS dan teknik Partial Least Square Structural Equation Model. Berdasarkan hasil penelitian , maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel kompetensi auditor, skeptisisme profesional, dan komitmen pimpinan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pendeteksian kecurangan. Sedangkan variabel whistleblowing system tidak berpengaruh signifikan terhadap pendeteksian kecurangan di Kantor Pusat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
Copyrights © 2025