Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi operasional terhadap tingkat kredit bermasalah (NPL) pada bank-bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, serta menguji peran moderasi dari praktik ESG. Efisiensi diukur melalui rasio BOPO dan melalui rasio Net Interest Margin (NIM), serta Loan to Deposit Ratio (LDR) sebagai variabel kontrol Dengan menggunakan regresi data panel pada periode 2020–2024, hasil penelitian menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap NPL, sedangkan NIM berpengaruh positif dan signifikan. ESG sebagai variabel moderasi menunjukkan bahwa interaksi NIMXESG memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap NPL, menandakan bahwa penerapan ESG dapat menekan dampak negatif profitabilitas terhadap risiko kredit. Namun, interaksi BOPOXESG berpengaruh positif tidak signifikan, mengindikasikan bahwa ESG belum mampu secara kuat menekan dampak inefisiensi terhadap kualitas aset.
Copyrights © 2025