Studi ini menyelidiki bagaimana strategi pemasaran kontemporer dan personal branding berfungsi sebagai bagian dari manajemen pemasaran seni untuk mempertahankan eksistensi seniman tradisional di era digital. Dalam era transformasi digital, artis harus secara profesional mengelola citra diri mereka dan strategi promosi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima seniman lintas bidang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian menunjukkan bahwa personal branding yang terstruktur, yang mencakup konsistensi karya, narasi asli, dan kehadiran digital, merupakan komponen penting dalam membangun posisi seniman di pasar digital. Selain itu, pendekatan pemasaran modern seperti kolaborasi budaya, penggunaan e-commerce, dan promosi di media sosial berfungsi sebagai alat manajemen untuk meningkatkan jangkauan pasar dan menciptakan peluang ekonomi. Menurut penelitian ini, untuk tetap relevan dan kompetitif di tengah tantangan teknologi, seniman tradisional membutuhkan pendekatan manajerial yang adaptif untuk mengelola identitas, promosi, dan distribusi karya mereka.
Copyrights © 2025