Ketimpangan pembangunan wilayah menjadi salah satu permasalahan utama dalam proses pembangunan ekonomi, di mana terdapat perbedaan signifikan antar daerah dalam hal pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan meliputi Indeks Williamson untuk mengukur ketimpangan, Tipologi Klassen untuk mengelompokkan daerah berdasarkan tingkat pertumbuhan dan pendapatan per kapita, serta pengujian hipotesis Kuznets tentang kurva U-terbalik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pembangunan ekonomi antar kabupaten/kota di Sulawesi Selatan termasuk dalam kategori menengah hingga tinggi. Beberapa daerah mengalami pertumbuhan yang cepat dan pendapatan per kapita yang tinggi, sementara daerah lainnya masih tertinggal. Tipologi Klassen mengelompokkan wilayah ke dalam empat kategori, yaitu daerah maju dan tumbuh cepat, daerah maju namun tertekan, daerah berkembang cepat namun belum maju, dan daerah relatif tertinggal. Selain itu, hipotesis Kuznets terbukti relevan dalam konteks Sulawesi Selatan, di mana ketimpangan cenderung meningkat pada tahap awal pertumbuhan dan mulai menurun seiring meningkatnya pembangunan di beberapa wilayah
Copyrights © 2026