Proses pembukuan merupakan praktek pencatatan akuntansi yang datanya berkaitan dengan perusahaan. Sistem pembayaran tunai adalah alat yang menggunakan uang koin dan uang kertas untuk melakukan transaksi secara langsung. Permasalahan yang diangkat berkaitan dengan resiko kesalahan pemberian nomor buku kasir dalam pembayaran tunai. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus dan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengamatan langsung dan wawancara langsung digunakan untuk mengumpulkan data, termasuk data transaksi yang dimasukkan ke dalam sistem IM4 dan Bukti Pembayaran Tunai/Bank (BPgKB) O-15. Temuan menunjukkan bahwa PT ABC menerapkan pembukuan pembayaran tunai dengan menghubungkan dokumen BPgKB O-15 dengan sistem IM4, memungkinkan pelacakan administratif dan sistematis atas transaksi. Pemberian nomor buku dan pencocokan dokumen serta sistem membantu meningkatkan akurasi catatan keuangan. Namun, beberapa hambatan teridentifikasi, seperti nomor buku ganda dan akses sistem IM4 yang terbatas akibat gangguan jaringan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pembukuan pembayaran tunai pada PT ABC telah mendukung akurasi pencatatan keuangan.
Copyrights © 2026