Fenomena financial distress menjadi isu penting dalam menilai kesehatan keuangan dan potensi kebangkrutan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas, pertumbuhan penjualan, dan efisiensi biaya operasional terhadap financial distress pada perusahaan sektor Consumer Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan. Sampel ditentukan melalui metode purposive sampling dan menghasilkan 22 perusahaan dengan total 88 observasi. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh terhadap financial distress, pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh, sedangkan efisiensi biaya operasional berpengaruh negatif terhadap financial distress. Temuan ini mendukung teori sinyal yang menyatakan bahwa informasi keuangan yang dipublikasikan perusahaan dapat menjadi sinyal bagi investor dalam menilai kondisi dan prospek perusahaan
Copyrights © 2026