Mengingat bahwa inflasi yang tidak dapat diprediksi dapat merusak daya beli dan aktivitas ekonomi, penelitian ini mencoba untuk meneliti dampak masalah perbankan, makroekonomi domestik, dan situasi internasional terhadap inflasi di Indonesia. Pertanyaan yang diajukan adalah bagaimana indeks harga pangan dunia, indeks ketidakpastian global, PDB, suku bunga acuan, dan rasio pinjaman terhadap simpanan memengaruhi inflasi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Dengan menggunakan data kuartalan dari kuartal pertama 2015 hingga kuartal kedua 2025, penelitian ini menerapkan strategi kuantitatif menggunakan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Menurut temuan studi ini, indeks harga pangan global, suku bunga acuan, dan produk domestik bruto (dengan keterlambatan) semuanya memiliki dampak terhadap inflasi dalam jangka pendek, sementara indeks ketidakpastian global dan rasio pinjaman terhadap simpanan tidak. Inflasi jangka panjang dipengaruhi secara signifikan positif oleh Rasio Pinjaman terhadap Simpanan, indeks ketidakpastian global, dan indeks harga pangan global, sementara dipengaruhi secara negatif oleh PDB dan suku bunga acuan. Hasil ini menunjukkan bahwa berbagai faktor domestik dan internasional dengan berbagai saluran transmisi memengaruhi inflasi. Studi ini menyimpulkan bahwa menstabilkan variabel eksternal, sektor perbankan, dan sektor moneter semuanya memerlukan strategi terpadu untuk membatasi inflasi
Copyrights © 2026