Dinamika ketidakpastian kebijakan iklim semakin memengaruhi keputusan investasi perusahaan, terutama pada sektor pertambangan yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap regulasi pemerintah. Kondisi ini mendorong perlunya kajian mengenai faktor-faktor yang berperan dalam menentukan pertumbuhan aset tetap, termasuk peran climate policy uncertainty (CPU), cash holding, dan leverage pada periode 2022–2024. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan data keuangan perusahaan pertambangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia melalui pendekatan kuantitatif. Hubungan antar variabel diuji menggunakan regresi data panel dengan model efek acak. Hasil pengujian mengindikasikan bahwa tekanan dari ketidakpastian kebijakan iklim berkorelasi negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan aset tetap. Sementara itu, ketersediaan kas tidak menunjukkan peran yang berarti dalam mendorong ekspansi aset. Di sisi lain, penggunaan utang cenderung memiliki arah hubungan negatif, meskipun tidak signifikan secara statistik. Temuan ini memperlihatkan bahwa faktor eksternal, khususnya ketidakpastian kebijakan, lebih dominan dalam memengaruhi keputusan investasi dibandingkan kondisi internal perusahaan
Copyrights © 2026