Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi optimalisasi pengelolaan aset tetap pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Minahasa Utara dalam meningkatkan PAD. Aset produktif yang menghasilkan PAD hanya berasal dari skema sewa dengan kontribusi Rp 81.360.000 per tahun, sedangkan aset bernilai besar masih digunakan melalui skema pinjam pakai yang tidak memberikan pendapatan bagi daerah. Rendahnya kontribusi aset terhadap PAD disebabkan kurangnya diversifikasi pemanfaatan, belum optimalnya tarif sewa, serta belum diterapkannya skema kerja sama yang bernilai ekonomis. Strategi optimalisasi yang direkomendasikan meliputi penilaian ulang aset, peningkatan tarif sewa berbasis nilai pasar, pengalihan aset yang menganggur menjadi aset produktif, serta penerapan skema pemanfaatan seperti KSP, KSO, dan BGS. Optimalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi aset tetap terhadap PAD dan mendukung kemandirian fiskal daerah
Copyrights © 2026