PT Baturona Adimulya merupakan perusahaan tambang batubara di Sumatera Selatan dengan target produksi 138.000 ton batubara per bulan di Pit 4, namun pada April 2025 mengalami penurunan use of availability dari 53% menjadi 34% akibat peningkatan durasi hujan hingga 139,56 jam atau 70% di atas rencana (82,2 jam) yang menyebabkan banjir di front penambangan dan terganggunya akses jalan angkut. Dengan mempertimbangkan potensi terjadinya kembali kondisi serupa, penelitian ini bertujuan merancang desain pit dan disposal dengan pendekatan dua skenario operasional yang berbeda berdasarkan durasi hujan untuk periode Juni hingga Agustus 2025 dengan kombinasi data primer dari lapangan dan data sekunder yang diperoleh dari perusahaan. Data durasi hujan 10 tahun terakhir diolah untuk menentukan parameter kondisi normal dan kondisi terburuk (worst-case scenario), kemudian rancangan desain pit dan disposal dibuat menggunakan perangkat lunak khusus tambang dengan mempertimbangkan parameter dan batasan berupa nilai stripping ratio, pit limit, luas front minimum, geometri lereng, dan geometri jalan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua skenario, di mana rancangan pit pada kondisi normal menghasilkan total volume overburden 1,89 juta bcm dengan tonase batubara 449 ribu ton dan rata-rata stripping ratio 4,21, sedangkan kondisi terburuk menghasilkan 1,02 juta bcm overburden dengan 239 ribu ton batubara dan rata-rata stripping ratio 4,27. Rancangan disposal yang didasarkan pada volume overburden yang dihasilkan dari rancangan pit memiliki total kapasitas sebesar 2,40 juta lcm pada kondisi normal dan 1,30 juta lcm pada kondisi terburuk. Kondisi terburuk menghasilkan volume overburden dan batubara yang lebih rendah masing-masing sebesar 46% dan 47% dibandingkan kondisi normal.
Copyrights © 2026