Kegiatan penambangan timah dengan metode tambang terbuka menghasilkan lubang bekas tambang (void) yang berpotensi dimanfaatkan sebagai reservoir air pada fase pascatambang. Selain menimbulkan perubahan lingkungan, aktivitas penambangan juga memengaruhi kondisi sosial masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji kelayakan teknis pemanfaatan air void serta menganalisis dampak penambangan dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Metode penelitian meliputi survei lapangan, pengujian kualitas air pada titik inlet dan outlet, analisis status mutu air menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP), serta penyebaran kuesioner kepada 42 responden masyarakat sekitar tambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air void tergolong cemar ringan, dengan parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan mangan (Mn) melebihi baku mutu air kelas I berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, sehingga memerlukan pengolahan sebelum dimanfaatkan sebagai air baku. Dari aspek sosial ekonomi, kegiatan penambangan memberikan manfaat melalui peluang kerja dan usaha. Namun, dalam konteks pemenuhan air baku, masyarakat cenderung tidak memanfaatkan air sungai dan bergantung pada air sumur serta PDAM yang menimbulkan beban biaya tambahan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara manfaat ekonomi dan akses air, sehingga pemanfaatan air void berpotensi menjadi solusi teknis dan sosial dalam mendukung keberlanjutan sumber daya air pascatambang.
Copyrights © 2026