Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu daerah penghasil timah alluvial terbesar di dunia, di mana kegiatan penambangan dilakukan terutama dengan metode hidraulik yang sangat bergantung pada penggunaan air permukaan. Tingginya intensitas pemanfaatan air permukaan dalam penambangan timah alluvial berpotensi menimbulkan permasalahan tata kelola penggunaan sumber daya air apabila tidak disertai dengan perhitungan penggunaan air yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menentukan besarnya debit air permukaan yang digunakan serta rasio penggunaan air terhadap hasil produksi timah alluvial. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengamatan langsung di lapangan, pengukuran debit air pada fasilitas penambangan dan pengolahan timah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan air permukaan pada kegiatan penambangan dan pengolahan mencapai 2.084 m³/hari dengan hasil konsentrat timah berkadar 40% sebesar 295 kg. Rasio penggunaan air permukaan yang diperoleh adalah 1:7, yang berarti setiap 1 kg konsentrat timah memerlukan sekitar 7 m³ air permukaan. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan air permukaan yang lebih efisien dan berkelanjutan pada penambangan timah alluvial.
Copyrights © 2026