Keamanan data pada sistem digital modern menghadapi ancaman yang semakin kompleks, terutama akibat ketergantungan pada arsitektur keamanan terpusat yang rentan terhadap single point of failure, serangan manipulasi data, serta berbagai bentuk serangan siber canggih. Penelitian ini mengusulkan dan mengimplementasikan Blockchain-Based Decentralized Security Framework (BDSF) sebagai solusi komprehensif untuk perlindungan integritas data pada sistem digital modern. Framework yang diusulkan mengintegrasikan teknologi blockchain Hyperledger Fabric dengan prinsip Zero Trust Architecture (ZTA), standar Decentralized Identifier (DID) W3C, smart contract berbasis Go, protokol kriptografi SHA-3, dan algoritma konsensus Practical Byzantine Fault Tolerance (PBFT) guna membangun arsitektur keamanan berlapis yang tahan terhadap berbagai vektor serangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design Science Research (DSR) yang dikombinasikan dengan pengujian eksperimental komprehensif pada lingkungan multi-cloud (AWS dan GCP) serta aplikasi mobile. Pengujian keamanan dilakukan terhadap 350 skenario serangan yang mencakup data tampering, Man-in-the-Middle (MITM), spoofing, unauthorized access, DDoS, Sybil attack, dan insider threat. Hasil evaluasi menunjukkan BDSF mencapai detection rate rata-rata 98,0% dengan false positive rate 0,64%, throughput rata-rata 127,6 transaksi per detik (TPS), dan latensi end-to-end rata-rata 124,5 ms pada 100 pengguna konkuren. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi overhead konsensus PBFT yang signifikan pada beban tinggi serta keterbatasan skalabilitas pada konfigurasi node saat ini. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi sinergis antara Zero Trust principle, DID W3C standard, dan Merkle Tree-based distributed validation dalam satu framework blockchain yang kohesif dan implementable pada konteks enterprise, yang belum dieksplorasi secara terintegrasi dalam literatur sebelumnya.
Copyrights © 2026