Wakaf uang berfungsi sebagai instrumen filantropi Islam yang strategis untuk mendorong kesejahteraan sosial dan pemerataan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam frekuensi serta dinamika praktik wakaf uang di kalangan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan empat mahasiswa yang dipilih secara purposive, serta didukung oleh analisis dokumentasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data mengikuti proses simultan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan adanya kesenjangan yang substansial antara pemahaman konseptual mahasiswa dan praktik aktualnya. Walaupun para responden menunjukkan kesadaran religius yang kuat dan pemahaman yang solid mengenai wakaf uang sebagai dana produktif, frekuensi kontribusi aktual mereka secara keseluruhan masih tergolong rendah, sporadis, dan sangat bergantung pada momentum eksternal tertentu seperti kampanye tanggap bencana atau inisiatif organisasi kampus. Keterbatasan finansial (uang saku), minimnya pengetahuan teknis terkait mekanisme penyaluran, serta kekhawatiran atas transparansi dan akuntabilitas lembaga pengelola menjadi hambatan utama. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi potensi wakaf uang di UIN Sumatera Utara memerlukan intervensi institusional yang sistematis, meliputi edukasi literasi praktis yang berkelanjutan, penyediaan platform pembayaran digital yang mudah, serta pembentukan wadah nazhir resmi kampus yang transparan demi membangun budaya filantropi Islami yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa.
Copyrights © 2026