Optimalisasi layanan kesehatan publik sangat bergantung pada kualitas dan produktivitas sumber daya manusia. Penelitian bertujuan menganalisis faktor determinan produktivitas kerja pegawai di Puskesmas Dompu Barat. Fenomena fluktuasi kinerja pegawai dan ketidakpuasan terhadap sistem pembagian insentif, dengan pertanyaan penelitian mengenai seberapa besar pengaruh insentif dan pengalaman kerja terhadap produktivitas. Kebaruan terletak pada upaya resolusi inkonsistensi temuan terdahulu mengenai efektivitas insentif dalam lingkup spesifik organisasi kesehatan daerah yang belum dieksplorasi secara memadai. Metode kuantitatif asosiatif. Penyebaran data kuesioner kepada 80 responden teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil membuktikan insentif dan pengalaman kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja, baik secara parsial maupun simultan. Insentif yang adil memicu motivasi eksternal, sementara pengalaman kerja memperkuat efisiensi internal. Disimpulkan bahwa sinergi antara kesejahteraan finansial dan kematangan pengalaman adalah kunci kinerja organisasi. Implikasinya, manajemen Puskesmas perlu mereformasi transparansi sistem insentif dan memprioritaskan retensi pegawai berpengalaman untuk menjaga standar pelayanan.
Copyrights © 2026