Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana income level dan complexity of taxation berpengaruh terhadap tax morale pelaku UMKM subsektor kuliner di Kota Bandung dengan memasukkan tax law enforcement sebagai variabel mediasi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif–verifikatif (causal explanatory) dengan pengolahan data menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4.0. Populasi penelitian mencakup 1.009 wajib pajak UMKM, sedangkan sampel diperoleh dengan teknik convenience sampling dan perhitungan Slovin sehingga terkumpul 91 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa tax law enforcement memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tax morale (β = 0,742; p < 0,001). Sebaliknya, income level dan complexity of taxation tidak terbukti memberikan pengaruh langsung yang signifikan terhadap tax morale. Kedua variabel tersebut juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap tax law enforcement, sehingga peran mediasi tax law enforcement dalam hubungan income level maupun complexity of taxation terhadap tax morale tidak terkonfirmasi secara empiris. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa upaya peningkatan tax morale UMKM lebih efektif dilakukan dengan memperkuat penegakan hukum pajak yang adil, konsisten, dan transparan daripada hanya mengandalkan faktor pendapatan atau penyederhanaan teknis administrasi perpajakan.
Copyrights © 2026