Studi ini berfokus pada penelusuran peran keseimbangan kerja–hidup dalam retensi karyawan Generasi Z di wilayah Kota Sengkang, Kabupaten Wajo. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya turnover karyawan muda serta pentingnya work-life balance bagi Generasi Z dalam menentukan keputusan bertahan di tempat kerja. Pendekatan kuantitatif diterapkan pada penelitian ini, dengan melibatkan 120 partisipan yang dipilih secara selektif menggunakan purposive sampling. Data yang terkumpul dari kuesioner yang selanjutnya dianalisis dengan model regresi linear berganda. Disimpulkan dari hasil olah data bahwa keseimbangan kerja berperan signifikan dalam mempengaruhi retensi karyawan, begitu pula kehidupan pribadi berpengaruh signifikan terhadap retensi karyawan. Serta jika diuji bersama-sama pun memberikan hasil yang signifikan atas retensi karyawan Generasi Z, dengan R² senilai 0,670. Temuan ini menegaskan bahwa aspek keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi lebih dominan dalam memengaruhi retensi Generasi Z, sehingga diperlukan kebijakan organisasi yang mendukung kesejahteraan dan kebutuhan personal karyawan muda.
Copyrights © 2026