Kecurangan laporan keuangan masih menjadi isu penting, khususnya pada perusahaan teknologi yang memiliki tingkat kompleksitas dan risiko yang tinggi sehingga membuka peluang terjadinya manipulasi laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh enam elemen teori fraud hexagon terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan periode 2022–2024. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling dan menghasilkan 96 observasi. Kecurangan laporan keuangan diukur menggunakan F-Score, sedangkan elemen fraud hexagon diproksikan melalui stabilitas keuangan, pergantian direksi, keefektifan monitoring, pergantian auditor, banyaknya foto CEO dalam laporan tahunan, dan rangkap jabatan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas keuangan berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan, yang mengindikasikan adanya tekanan finansial pada manajemen. Sementara itu, elemen fraud hexagon lainnya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan literatur terkait deteksi kecurangan laporan keuangan serta menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan kecurangan di sektor teknologi.
Copyrights © 2026