Kualitas laba menjadi isu penting di sektor perbankan karena laporan keuangan berperan besar dalam menjaga kepercayaan stakeholder dan stabilitas industri keuangan. Penelitian ini ditujukan untuk menguji pengaruh audit fee, sertifikasi komite audit, jumlah komite audit, jumlah rapat komite audit, arus kas operasi dan ukuran perusahaan terhadap kualitas laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kualitas laba dihitung menggunakan Discretionary Accruals (DACC) menggunakan Modified Jones Model. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan bank selama periode 2022–2023. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan sampel berdasarkan kriteria pemilihan tertentu, sehingga menghasilkan total 74 observasi yang memenuhi syarat analisis. Proses analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak STATA untuk menguji model regresi serta mengidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap kualitas laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah komite audit dan arus kas operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laba. Sementara itu, audit fee dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas laba. Sedangkan sertifikasi komite audit dan jumlah rapat komite audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas laba. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur mengenai kualitas pelaporan keuangan serta diharapkan dapat memberikan masukan bagi manajemen perusahaan dalam memperkuat tata kelola perusahaan.
Copyrights © 2026